Komentar yo Follow dan like blog ini

29 Desember 2011

Kumpulan Ayat Al-Quran Dan Hadist Untuk Membuka Pintu Rejeki



Langkah Utama : Bertauhid

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfuuzh).” (QS. Huud: 6)

“Barangsiapa tujuannya hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (Shahih : Ahmad, Ibnu Majah)

Langkah Pertama : Berdoa

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina,’” (QS Ghafir : 60)

Langkah Kedua : Beristighfar

“Maka aku katakan kepada mereka. ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” (QS Nuh : 10-12)

Langkah Ketiga : Bertaubat

Dan Hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa di Hari Kiamat.’” (QS Huud : 3)

Langkah Keempat : Bersyukur

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS Ibrahim : 7)

syukur hati, lisan dan badan

hati : mengakui bahwa semua nikmat datangnya dari Allah (QS An Nahl : 53)

lisan : mengucapkan Alhamdulillah

badan : menggunakannya untuk perkara yang diridhai Allah

“Orang yang makan sembari bersyukur (pahalanya) seperti orang yang syiam lagi sabar.” (Shahih : Bukhari)

“Wahai anak Adam! Sesungguhnya engkau memberikan kelebihan (hartamu) adalah lebih baik bagimu, dan jika engkau menahannya maka itu keburukan bagimu, dan tidak ada celaan bagi orang yang pas-pasan (rezekinya), dan mulailah dengan orang yang menjadi tanggunganmu, dan tangan yang di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (Shahih : Muslim)

Langkah Kelima : Beriman dan Bertakwa

“Siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaaq : 2-3)

Langkah Keenam : Berikhtiar dan Bertawakkal kepada Allah

“Dan siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Seusungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaq : 3)

“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah (dengan) sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rezki sebagaimana rezki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (Shahih : at-Tirmidzi)

Langkah Ketujuh : Rajin Beribadah dan Istiqamah

“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Wahai anak adam sibukkan waktumu untuk ibadah kepadaku, aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan aku tutupi kemiskinanmu, dan jika tidak kamu lakukan, aku penuhi tanganmu dengan kesibukan lain dan tidak aku tutupi kemiskinanmu.” (shahihul jami’)

“Rabb kalian berkata, ‘Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan aku penuhi kedua tanganmu dengan rezki, Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku aku sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan.” (Shahih : at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim)

“Dan bahwa, ‘Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).’” (QS Al-Jin : 16)

Langkah Kedelapan : Mengiringi Haji dengan Umrah atau Sebaliknya

“Iringilah Haji dengan Umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan surga.’” (Shahih : at-Tirmidzi)

Langkah Kesembilan : Silaturrahim

“Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah melakukan silaturrahim.” (Shahih : Abi Daud)

Langkah Kesepuluh : Berbuat Baik Kepada Orang-Orang Lemah

“Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberik rezeki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian” (Shahih : Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi)

Langkah Kesebelas : Berinfak di Jalan Allah

‘Berinfaklah, wahai anak Adam! Niscaya Aku akan berinfak kepadamu.’” (Shahih: Al-Bukhari, Muslim)

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah seumpama biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisi seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. al Baqarah [2] ayat 261)

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan mengganti dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya,” (QS Saba’ : 39)

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS Al-Baqarah : 268)

“Tiga perkara, aku bersumpah untuknya dan aku beritakan satu hadits kepada kalian maka hafalkanlah.” Beliau bersabda, “ Tidak akan berkurang harta seorang hamba karena sedekah. Tidaklah seorang hamba dizhalimi kemudian ia bersabar atasnya, kecuali Allah akan menambahkan kemuliaan padanya. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta, kecuali Allah akan membukakan pintu kefakiran untuknya, -atau beliau bersabda dengan kalimat seperti itu-…” (Shahih : Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Tidak ada hari dimana hamba berada di dalamnya kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata, ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak.’ Sedang Malaikat yang satunya lagi berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang tidak mau berinfak.” (Shahih : al-Bukhari, Muslim)

“Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik (yaitu menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan balasan kepadanya dengan beberapa kali lipat. Dan (janganlah kamu takut kepada kemiskinan karena membelanjakan harta di jalan Allah, sebab) Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepadaNyalah kamu dikembalikan.” (Qs. al Baqarah [2] 245)

“Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahalanya dan menambah kepadanya sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Qs. Fathir ayat 29-30)

“Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya dan baginya pahala yang mulia.” (Qs. al Hadiid ayat 11)

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda bahwa ketika berada di padang pasir, salah seorang mendengar suara dari awan, “Curahkanlah air ke atas tanah si fulan.” Setelah itu awan tersebut mulai bergerak ke suatu arah dan menurunkan hujan lebat ke atas sebidang tanah yang keras dan berbatu. Seluruh air itu menggenang di suatu tempat lalu mengalir melalui satu saluran. Orang yang mendengar suara itu pun mengikuti aliran air itu. Air itu telah sampai ke suatu tempat di mana seseorang sedang sibuk memasukkan air itu ke tanahnya. Dia bertanya kepada orang itu, “siapakah anda?” Orang itu memberitahukan namanya seperti yang ia dengar dari awan tadi. Pemilik tanah itu kemudian bertanya, “Mengapa anda menanyakan nama saya?” Dia berkata, “Saya mendengar suara dari awan yang dari padanya anda mendapat air, ‘curahkanlah air ke tanah si fulan.’ Dan nama andalah yang telah saya dengar dari awan itu. Amalan apakah yang anda lakukan di tanah ini?” Pemilik tanah itu menjawab, “Karena anda telah menjelaskan semuanya, maka saya pun terpaksa menerangkannya. Apapun yang saya hasilkan dari tanah ini saya bagikan kedalam tiga bagian. Satu bagian segera saya sedekahkan di jalan Allah Swt., satu bagian saya gunakan untuk keperluan anak-isteri dan satu bagian lagi saya gunakan untuk tanah ini.” (Hr. Muslim)

“Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu yang seharga (senilai) dengan sebutir kurma, dari hasil usaha yang baik, dan memang Allah tidak akan menerima kecuali yang baik itu, maka Allah pasti menerima dengan tangan kanan-Nya. kemudian Dia akan mengembangkannya sebagaimana salah seorang dari kalian mengembangkan anak kudanya yang baru lahir sehingga menjadi sebesar gunung.” (Shahih : Al-Bukhari, Muslim)

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS. Al-Baqarah : 276)

“…Sesungguhnya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS. Yusuf : 88)

Nabi SAW ditanya, amalan apakah yang paling utama? Maka beliau bersabda, “Keimanan yang tidak ada keraguan padanya, jihad yang tidak ada penipuan padanya, dan haji yang mabrur.” Beliau ditanya, Shalat apakah yang paling utama? Beliau menjawab, “Yang panjang (lama) berdirinya.” Beliau ditanya, sedekah yang bagaimanakah yang paling utama? Beliau menjawab, “(Sedekah pada saat) kekurangan harta…” (Shahih: An-Nasa’i)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah! Sedekah apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Sedekahnya orang yang kekurangan harta, dan mulailah (memberi sedekah) kepada orang yang menjadi tanggunganmu.” (Shahih : Ahmad, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah)

“Setiap kebaikan adalah sedekah.” (Shahih : Muslim)

Langkah Kedua Belas : Berbuat Baik dan Tolong Menolong

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya…” (Shahih : Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

“Allah tidak menyayangi seseorang yang tidak menyayangi orang lain.” (Muttafaq’alaih : Al-Bukhari, Muslim)

“…Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At-Taubah)

Langkah Ketiga Belas : Shalat Dhuha

“Tuhanmu Yang Maha Tinggi telah berseru: ‘Hai anak Adam, shalatlah empat reka’at (shalat dhuha) bagi Aku dari awal siang. Maka Aku akan mencukupi (kebutuhanmu) di akhir siang itu”! (HR. Ahmad dan Abu Dawud)


*Referensi :

1. Mencari Kunci Rezeki yang Hilang (Zainal Abidin bin Syamsudin)

2. Sedekah Sebagai Bukti Keimanan & Penghapus Dosa (Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

3. Hukum Meminta-minta dan Mengemis dalam Syariat Islam (Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

4. Fadhilah Sedekah (Maulana Muhammad Zakariyya al Khandalawi)

5. http://bit.ly/s46ymt

0 komentar:

Poskan Komentar

Gunakan kata-kata yg sopan dan santun .

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites